Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini








Kamis, 8 Agustus 2019

SEKSI P2M BNNK EMPAT LAWANG MEMBERIKAN PENYULUHAN KEPADA ANGGOTA PASKIBRA

Anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Empat Lawang, mendapat pemahaman tentang bahaya Narkoba langsung dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Empat Lawang.Kegiatan sosialisasi bahaya Narkoba kepada anggota Paskibra Kabupaten Empat Lawang, ini digelar di aula Hotel Kito Tebing Tinggi, Rabu (7/8/2019) malam.Kepala BNN Kabupaten Empat Lawang, AKBP Syahril SH melalui salah seorang penyuluh BNN Kabupaten Empat Lawang, Azhari SKep mengatakan, dalam sosialisasi anti Narkoba kepada anggota Paskibra Kabupaten Empat Lawang ini, BNN Kabupaten Empat Lawang, dalam hal ini menjadi narasumber untuk dapat memberikan pemahaman kepada anggota Paskibra yang akan bertugas mengibarkan bendera pada upacara detik-detik proklamasi 17 Agustus 2019 mendatang.“Kita menyampaikan kepada adik-adik anggota Paskibra Kabupaten Empat Lawang, apa saja dampak negatif yang terjadi kepada seseorang jika menjadi pelaku penyalahgunaan Narkoba,” jelas Azhari.Selain menyampaikan bahaya dan dampak bagi para pengguna Narkoba, Azhari menyebut jika pihaknya berpesan kepada para anggota Paskibra Kabupaten Empat Lawang, jika menjumpai anggota keluarga dan atau tetangga yang sudah terlanjur menjadi pemakai Narkoba namun ada keinginan untuk sembuh dari segala pengaruh negatif Narkoba, segera mendatangi BNN Kabupaten Empat Lawang, untuk segera diobati.“Jika ada keluarga, tetangga dan kerabat yang sudah menyalahgunakan narkoba, segera melapor ke BNN guna diobati, sebelum semakin parah dan terlambat,” imbuhnya.Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabuparen Empat Lawang, Drs HM Azhari menjelaskan, seluruh anggota Paskibra yang sudah terpilih, sudah dipastikan bebas Narkoba. Sebab, salah satu proses seleksi yang dijalankan yakni bebas Narkoba dengan terlebih dahulu menjalani tes urine.“Kita ingin menciptkan generasi muda yang bebas dari penyalahgunaan Narkoba,” tegasnya.


Rabu, 24 April 2019

BNNK Empat Lawang Mendapat Juara Stand Terkreatif

Dalam rangka turut memeriahkan HUT Kabupaten Empat Lawang yang ke-12 BNNK Empat Lawang mengikuti Pameran Empat Lawang Expo yang diadakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Empat Lawang. Empat Lawang Expo tersebut diadakan mulai tanggal 19 April 2019 sampai dengan 23 April 2019. Empat Lawang Expo tersebut diadakan dengan tujuan meningkatkan perekonomian Kab. Empat Lawang dengan memamerkan komoditas-komoditas unggulan yang ada di Kabupaten Empat Lawang. Hampir seluruh UKM, UMKM dan Dinas yang ada di Kabupaten Empat Lawang mengikuti acara Empat Lawang Expo. BNNK Empat Lawang juga turut Mengikuti Empat Lawang Expo tersebut dengan lebih menonjolkan informasi tentang bahayanya penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Empat Lawang. Selama mengikuti acara Empat Lawang Expo ternyata masih banyak masyarakat yang belum tahu dan mengerti tentang apa itu narkoba, dan bahayanya narkoba terhadap generasi penerus bangsa.[caption id="attachment_423" align="alignnone" width="300"] Penyerahan Piala Pemenang[/caption] Dengan mengikuti Empat Lawang Expo ini BNNK Empat Lawang berharap Masyarakat akan lebih mengerti apa itu narkoba, serta bahayanya akan penyalahgunaan narkoba. BNNK Empat Lawang juga mengajak masyarakat untuk tidak takut melaporkan apabila mengetahui tentang peredaran gelap narkoba yang ada didaerahnya, serta BNNK Empat Lawang mengajak masyarakat Kabupaten Empat Lawang untuk mengobati dan merehabilitasi apabila ada keluarga yang menjadi korban dari penyalahgunaan narkoba.Pada acara puncak Empat Lawang Expo pada tanggal 23 April 2019 Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Empat Lawang mengumumkan beberapa nominasi pemenang dalam acara Empat Lawang Expo. Mulai dari stand terfavorit, stand terbersih, stand sesuai dengan tupoksi, stand paling banyak pengunjung dan stand terkreatif. BNNK Empat Lawang dalam hal ini mendapatkan juara stand terkreatif dari penilaian yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan perdagangan selaku panitia dalam Empat Lawang Expo. Ini merupakan juara yang ke- 3 berturut- turut yang berhasil dimenangkan oleh BNNK Empat Lawang.


Kamis, 12 September 2019

BNN Kab. Empat Lawang Rancang Kerjasama Dengan Disdikbud Kab. Empat Lawang

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Empat Lawang, merancang kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Empat Lawang, dalam rangka menanggulangi ancaman bahaya Narkoba di lingkungan sekolah di Kabupaten Empat Lawang.Kepala BNN kabupaten Empat Lawang, AKBP Syahril SH,.MM mengatakan, ancaman Narkoba di Kabupaten Empat Lawang, sudah masuk dalam sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. Tidak terkecuali juga di dunia pendidikan.“Kita ingin, seluruh anak-anak bangsa, bebas dari jeratan Narkoba. Apapun risikonya, kita akan perangi Narkoba sampai ke akar-akarnya,” tegas Kepala bnn Kabupaten Empat Lawang, AKBP Syahril, SH.,MM saat pelaksanaan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Penggiat Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan (Pemetaan Kelompok Sasaran) yang digelar di Hotel Zulian Transit Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, Kamis (12/9/2019).Menurut Kepala BNN Kabupaten Empat Lawang AKBP Syahril, SH.,MM rencana kerjasama dengan Disdikbud Kabupaten Empat Lawang, terkait kegiatan sosialisasi anti Narkoba di lingkungan sekolah, tes urine dadakan terhadap siswa, penanggulangan/pengobatan para siswa korban Narkoba dan masih banyak lagi yang berkaitan dengan penanggulagan bahaya Narkoba di lingkungan sekolah.“Ada beberapa para orang tua, itu takut melaporkan ke BNN Kabupaten Empat Lawang, jika ada anaknya sudah terpapar Narkoba. Minsetnya, jika melapor akan dipenjara, padahal kita akan obati agar sembuh dari Narkoba dan itu biayanya mahal, jika kita obati itu bisa gratis,” tuturnya.Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kabupaten Empat Lawang, Azhari mengatakan, rencana kerjasama antara BNN Kabupaten Empat Lawang dengan Disdikbud Kabupaten Empat Lawang, akan segera dikoordinasikan pihaknya dengan Kepala Disdikbud Kabupaten Empat Lawang dan Bupati Empat Lawang.“Kita harapkan, Bupati Empat Lawang dapat menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU)-nya nanti. Secara bertahap, beberapa sekolah akan kita jadikan pilot project atau percontohan terlebih dahulu, yang nantinya diharapkan dapat diikuti oleh sekolah lain.


Selasa, 28 Januari 2020

GIAT BNNK EMPAT LAWANG MENUJU EMPAT LAWANG BERSINAR

BNNK Empat Lawang melakukan kegiatan koordinasi dalam rangka pelaksanaan advokasi pembangunan berwawasan anti narkoba di Instansi Pendidikan dan Masyarakat, terlaksananya kebijakan P4GN menyangkut peran serta lingkungan pendidikan dan masyarakat dalam mencegah dan mengurangi peredaran gelap narkoba. Kegiatan koordinasi ini dilakukan diberbagai desa dan sekolah di Kabupaten Empat Lawang. Koordinasi ini dilakukan oleh Kasie P2M Bapak Azhari. S. Kep., MM kepada Kepala Desa dan Kepala Sekolah.BNNK Empat Lawang memulai melakukan kegiatan ini pada hari Senin 20 Januari 2020. Dan saat ini terhitung telah melakukan koordinasi ke 4 Desa yaitu Desa Babatan Lintang Kanan, Desa Tanjung Alam Lintang Kanan, Desa Rantau Wali Lintang Kanan, dan Desa Tanjung Ning Simpang, Saling. Selain di Desa-desa, BNNK Empat Lawang juga melakukan koordinasi dibeberapa sekolah, yaitu SMA N 1 Lintang Kanan, SMP N 3 Pendopo Induk dan SMA N 1 Saling.Koordinasi ini bersetujuan agar pihak desa dan sekolah dapat menindak lanjuti program BNN yaitu program P4GN.  Tindak Lanjut program P4GN dapat dilakukan melalui Penyuluhan Bahaya Narkoba dan dilaksanakannya tes urine yang bertujuan agar terciptanya lingkungan desa dan sekolah yang bersih narkoba.Setelah melakukan koordinasi menghasilkan kerjasama diantara Pemerintah desa Tanjung Alam yang akan bekerjasama dengan BNNK Empat Lawang dalam mensukseskan Program Advokasi Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Instansi Pendidikan dan Masyrakat,  


Kamis, 30 Januari 2020

Waspada Virus Import “Corona!”

Virus Corona saat ini menjadi trending pembicaraan di seluruh dunia. Diawal tahun 2020 ini, dunia digemparkan dengan menyebarnya virus baru yaitu coronavirus atau virus corona yang mematikan. Diketahui, asal mula virus ini berasal dari Wuhan, Cina. Ditemukan pada akhir Desember tahun 2019.Kondisi terkini, wirus yang memiliki nama resmi Novel 201 Coronavirus (2019-nCoV) ini dilaporkan telah menjangkit lebih dari 5.974 orang dan telah menewaskan lebih dari 132 orang (data kompas per 29 Januari 2020). Sampai saat ini sudah dipastikan terdapat 16 negara yang telah terjangkit virus mematikan satu ini. Selain Cina, 15 negara lainnya yang sudah dikonfirmasi terjangkit virus corona yaitu Kanada, Australia, Perancis, Jepang, Thailand, Malaysia, Nepal, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Vietnam, Jerman, Kamboja, Sri Lanka dan Amerika Serikat (data dari People’s Daily, China per 29 Januari 2020)Faktor penyebaran Virus Corona diyakini kuat terjadi karena adanya kontak secara langsung dengan orang yang baru saja berkunjung di Wuhan atau Cina. Hingga saat ini, berita seputar virus Corona masih menjadi perhatian utama semua negara untuk waspada dan tetap siaga menghadapi virus corona yang belum ditemukan vaksinnya.1. Virus Corona Memiliki Kesamaan dengan SARS dan MERSVirus corona dikatakan masih satu keluarga dengan SARS dan MERS yang juga merupakan virus mematikan dan pernah menggegerkan dunia pada tahun 2002 dan 2012. Sama seperti corona, SARS juga pertama kali ditemukan di Cina, tepatnya di Guangdong. Sedangkan viurs MERS pertama kali diindentifikasi di Jeddah, Arab Saudi.SARS dan MERS sama-sama telah menyebar ke puluhan negara, menjangkit ribuan orang dan menewaskan ratusan orang. Kesamaan dari ketiga virus ini sama-sama berhasil menyebar melalui hewan. Untuk kasus SARS dan corona, keduanya berasal dari kelelawar sedangkan MERS melalui daging unta dan susunya. Tidak hanya itu, ketiganya juga sama-sama memiliki gejala yang hampir sama yaitu gangguan pernapasan seperti batuk dan sesak napas.2. Virus Corona Telah BerevolusiSejak pertama kali diidentifikasi pada bulan Desember 2019, Menteri Komisi Kesehatan Nasional China, Max Xiaowei mengatakan virus corona telah berevolusi sehingga penyebarannya menjadi lebih cepat. Bisa berkembang hingga berevolusi dengan cepat, ditakutnya kasus terjangkit virus ini akan semakin cepat dan semakin luas.3. Belum Ada Vaksin yang Bisa Menjinakkan Virus CoronaDilansir dari WHO (World Health Organization), sampai sekarang baik pihak Cina atau negara-negara lain yang sudah dikonfirmasi terjangkit virus ini belum menemukan vaksin untun menyembuhkan atau memusnahkan virus mematikan corona.Untuk saat ini, penanganan yang bisa diberikan oleh pihak medis terhadap korban-korban yang terjangkit penyakit ini adalah penanganan medis penerapan sistem isolasi terhadap kepada korban yang terjangkit.4. Virus Corona Pertama Kali Ditularkan dari Hewan LiarVirus corona dipercaya pertama kali muncul di akhir tahun lalu di sebuah pasar makanan di Wuhay yang ditelah dikatakan secara ilegal menjual satwa liar. Diduga virus ini bisa menular ke manusia berasal dari ular dan kelelawar. Kedua jenis binatang ini biasa dijual di Pasar Makanan Laut Huanan untuk dikonsumsi.5. Cina Mengeluarkan Uang Hingga Rp199 Triliun karena CoronavirusPemerintah Cina mengatakan telah melakukan alokasi dana sebesar US$8,74 miliar atau sekitar Rp199 triliun untuk memerangi penyebaran virus corona. Komisi Reformasi dan Pembangungan Nasional Cina mengatakan telah menggelotorkan dana hingga mencapai 300 juta yuan atau sekitar Rp589 miliar untuk pembangunan rumah sakit dadakan untuk merawat korban terjangkit virus ini.6. Perusahaan Smartphone Asal Cina Ciptakan Aplikasi Pendeteksi CoronavirusPerusahaan smartphone asal Cina, Xiaomi menciptakan aplikasi pendekteksi virus corona, bernama Xiaomi xiaoAi Shorcut dengan nama fitur ‘Real-Time Pneumonia Epidemic’. Fitur ini memungkinkan pengguna melihat informasi terbaru mengenai informasi epidemi corona virus.Jika Anda salah satu pengguna produk smartphone Xiaomi bisa mencoba mendownload dan menggunakan fitur ini untuk melindungi diri. Terutama ketika Anda sedang berpergian keluar negeri dan ke lokasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan internasional.7. Pasien Virus Corona di China Sembuh Tanpa VaksinKabar baik, pasien pertama yang sembuh dari virus corona adalah pria berusia 23 tahun yang merupakan seorang pekerja di stasiun kereta Hankou tapi menetap di Wuhan. Selain itu ada juga wanita lansia usia 87 juga dinyatakan telah sembuh dari virus corona. Sampai saat ini telah dikonfirmasikan sudah ada 51 pasien yang dinyatakan sembuh dari virus corona (kompas, 29 Januari 2020).

Gejala Virus Corona

Infeksi virus Corona bisa menyebabkan penderitanya mengalami
gejala flu, seperti hidung berair dan meler, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, dan demam, atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu: Menurut penelitian, gejala infeksi virus Corona muncul dalam 2 hari sampai 2 minggu setelah paparan virus Corona.

Kapan harus ke dokter?

Segera ke dokter bila Anda mengalami atau menemukan gejala virus Corona pada orang lain seperti yang disebutkan di atas, terutama jika gejala muncul 2 minggu setelah kembali dari Cina atau negara lain yang positif terinfeksi. Orang yang dicurigai terinfeksi virus Corona harus segera dirujuk ke IGD rumah sakit terdekat agar mendapat penanganan yang tepat.

Penyebab Virus Corona

Infeksi virus Corona disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti MERS, SARS, dan pneumonia.Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa coronavirus juga menular dari manusia ke manusia.Seseorang dapat terinfeksi coronavirus melalui berbagai cara, yaitu:
  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita virus Corona.
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu, setelah menyentuh benda yang terkena air liur penderita.
  • Kontak jarak dekat dengan penderita, seperti bersentuhan atau berjabat tangan.
Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi lebih berisiko menyerang orang tua, serta orang yang sedang sakit atau memiliki kekebalan tubuh lemah.

Diagnosis Virus Corona

Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien. Dokter juga akan bertanya apakah pasien bepergian ke wilayah endemik virus Corona sebelum gejala muncul.Guna memastikan diagnosis virus Corona, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan berikut:

Pengobatan Virus Corona

Infeksi virus Corona belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya, yaitu:
  • Memberikan obat pereda demam dan nyeri. Namun, dokter tidak akan memberikan aspirin pada penderita infeksi virus Corona yang masih anak-anak.
  • Menganjurkan penderita untuk mandi air hangat dan menggunakan humidifier (pelembab udara), untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan.
  • Menganjurkan penderita untuk istirahat yang cukup dan jangan keluar rumah untuk mencegah penyebaran virus.
  • Menganjurkan dan mengharuskan penderita untuk minum banyak air putih guna menjaga kadar cairan tubuh.

Komplikasi Virus Corona

Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius berikut ini:

Pencegahan Virus Corona

Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah virus Corona. Oleh sebab itu, cara pencegahan virus corona yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:
  • Hindari bepergian ke Cina atau ke negara lain yang telah ditemukan adanya penularan virus Corona.
  • Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama bila Anda beraktivitas di tempat umum.
  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol setelah beraktivitas di luar ruangan.
  • Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
  • Pastikan Anda memasak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  • Hindari berdekatan dengan seseorang yang sedang sakit.
  • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.
Untuk seseorang yang diduga terinfeksi virus Corona, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus tidak menular ke orang lain, yaitu:
  • Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
  • Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
  • Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
  • Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
  • Hindari berbagi alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
  • Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
  • Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu buang tisu ke tempat sampah.


Senin, 22 April 2019

Pengertian Narkoba Dan Bahaya Narkoba Bagi Kesehatan

Saat ini bahaya dan dampak narkoba atau narkotika dan obat-obatan pada kehidupan dan kesehatan pecandu dan keluarganya semakin meresahkan.Bagai dua sisi mata uang narkoba menjadi zat yang bisa memberikan manfaat dan juga merusak kesehatan. Seperti yang sudah diketahui, ada beberapa jenis obat-obatan yang termasuk ke dalam jenis narkoba yang digunakan untuk proses penyembuhan karena efeknya yang bisa menenangkan. Namun jika dipakai dalam dosis yang berlebih, bisa menyebabkan kecanduan. Penyalahgunaan ini mulanya karena si pemakai merasakan efek yang menyenangkan.Dari sinilah muncul keinginan untuk terus menggunakan agar bisa mendapatkan ketenangan yang bersifat halusinasi. Meski dampak narkoba sudah diketahui oleh banyak orang, tetap saja tidak mengurangi jumlah pemakainya.Bahaya narkoba hingga menjadi kecanduan tersebut memang bisa disembuhkan, namun akan lebih baik jika berhenti menggunakannya sesegera mungkin atau tidak memakai sama sekali.

Pengertian Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan)

Narkotika adalah zat atau obat baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang.Sementara menurut UU Narkotika pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa narkotika merupakan zat buatan atau pun yang berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, serta menyebabkan kecanduan.Obat-obatan tersebut dapat menimbulkan kecanduan jika pemakaiannya berlebihan. Pemanfaatan dari zat-zat itu adalah sebagai obat penghilang nyeri serta memberikan ketenangan. Penyalahgunaannya bisa terkena sanksi hukum. Untuk mengetahui apa saja jenis dan bahaya narkoba bagi kesehatan, simak ulasannya berikut ini.

Jenis-jenis Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan)

Kandungan yang terdapat pada narkoba tersebut memang bisa memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan. Menurut UU tentang Narkotika, jenisnya dibagi menjadi menjadi 3 golongan berdasarkan pada risiko ketergantungan.

Narkotika Golongan 1

Narkotika golongan 1 seperti ganja, opium, dan tanaman koka sangat berbahaya jika dikonsumsi karena beresiko tinggi menimbulkan efek kecanduan.

Narkotika Golongan 2

Sementara narkotika golongan 2 bisa dimanfaatkan untuk pengobatan asalkan sesuai dengan resep dokter. Jenis dari golongan ini kurang lebih ada 85 jenis, beberapa diantaranya seperti Morfin, Alfaprodina, dan lain-lain. Golongan 2 juga berpotensi tinggi menimbulkan ketergantungan.

Narkotika Golongan 3

Dan yang terakhir, narkotika golongan 3 memiliki risiko ketergantungan yang cukup ringan dan banyak dimanfaatkan untuk pengobatan serta terapi.Seperti yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa jenis narkoba yang bisa didapatkan secara alami namun ada juga yang dibuat melalui proses kimia. Jika berdasarkan pada bahan pembuatnya, jenis-jenis narkotika tersebut di antaranya adalah:

Narkotika Jenis Sintetis

Jenis yang satu ini didapatkan dari proses pengolahan yang rumit. Golongan ini sering dimanfaatkan untuk keperluan pengobatan dan juga penelitian. Contoh dari narkotika yang bersifat sintetis seperti Amfetamin, Metadon, Deksamfetamin, dan sebagainya.

Narkotika Jenis Semi Sintetis

Pengolahan menggunakan bahan utama berupa narkotika alami yang kemudian diisolasi dengan cara diekstraksi atau memakai proses lainnya. Contohnya adalah Morfin, Heroin, Kodein, dan lain-lain.

Narkotika Jenis Alami

Ganja dan Koka menjadi contoh dari Narkotika yang bersifat alami dan langsung bisa digunakan melalui proses sederhana. Karena kandungannya yang masih kuat, zat tersebut tidak diperbolehkan untuk dijadikan obat. Bahaya narkoba ini sangat tinggi dan bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan. Salah satu akibat fatalnya adalah kematian.

Bahaya dan Dampak Narkoba pada Hidup dan Kesehatan

Peredaran dan dampak narkoba saat ini sudah sangat meresahkan. Mudahnya mendapat bahan berbahaya tersebut membuat penggunanya semakin meningkat. Tak kenal jenis kelamin dan usia, semua orang berisiko mengalami kecanduan jika sudah mencicipi zat berbahaya ini.Meski ada beberapa jenis yang diperbolehkan dipakai untuk keperluan pengobatan, namun tetap saja harus mendapatkan pengawasan ketat dari dokter. Ada banyak bahaya narkoba bagi hidup dan kesehatan, di antaranya adalah:

Dehidrasi

Penyalahgunaan zat tersebut bisa menyebabkan keseimbangan elektrolit berkurang. Akibatnya badan kekurangan cairan. Jika efek ini terus terjadi, tubuh akan kejang-kejang, muncul halusinasi, perilaku lebih agresif, dan rasa sesak pada bagian dada. Jangka panjang dari dampak dehidrasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada otak.

Halusinasi

Halusinasi menjadi salah satu efek yang sering dialami oleh pengguna narkoba seperti ganja. Tidak hanya itu saja, dalam dosis berlebih juga bisa menyebabkan muntah, mual, rasa takut yang berlebih, serta gangguan kecemasan. Apabila pemakaian berlangsung lama, bisa mengakibatkan dampak yang lebih buruk seperti gangguan mental, depresi, serta kecemasan terus-menerus.

Menurunnya Tingkat Kesadaran

Pemakai yang menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang berlebih, efeknya justru membuat tubuh terlalu rileks sehingga kesadaran berkurang drastis. Beberapa kasus si pemakai tidur terus dan tidak bangun-bangun. Hilangnya kesadaran tersebut membuat koordinasi tubuh terganggu, sering bingung, dan terjadi perubahan perilaku. Dampak narkoba yang cukup berisiko tinggi adalah hilangnya ingatan sehingga sulit mengenali lingkungan sekitar.

Kematian

Dampak narkoba yang paling buruk terjadi jika si pemakai menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang tinggi atau yang dikenal dengan overdosis. Pemakaian sabu-sabu, opium, dan kokain bisa menyebabkan tubuh kejang-kejang dan jika dibiarkan dapat menimbulkan kematian. Inilah akibat fatal yang harus dihadapi jika sampai kecanduan narkotika, nyawa menjadi taruhannya.

Gangguan Kualitas Hidup

Bahaya narkoba bukan hanya berdampak buruk bagi kondisi tubuh, penggunaan obat-obatan tersebut juga bisa mempengaruhi kualitas hidup misalnya susah berkonsentrasi saat bekerja, mengalami masalah keuangan, hingga harus berurusan dengan pihak kepolisian jika terbukti melanggar hukum.Pemakaian zat-zat narkotika hanya diperbolehkan untuk kepentingan medis sesuai dengan pengawasan dokter dan juga untuk keperluan penelitian. Selebihnya, obat-obatan tersebut tidak memberikan dampak positif bagi tubuh. Yang ada, kualitas hidup menjadi terganggu, relasi dengan keluarga kacau, kesehatan menurun, dan yang paling buruk adalah menyebabkan kematian. Karena itu, jangan coba-coba memakai barang berbahaya tersebut karena resikonya sangat tinggi bagi hidup dan kesehatan.


Senin, 22 April 2019

Pertolongan Pertama untuk Orang Sakau Narkoba Jenis Shabu

Tahukah Anda bagaimana cara melakukan pertolongan pertama ketika orang mengalami sakau karena sabu-sabu atau narkoba? Tak banyak orang yang tahu bagaimana melakukannya. Padahal cara ini begitu penting diketahui.Sebab, pengguna sabu-sabu di Indonesia tergolong memprihatinkan. Berdasarkan data BNN, jumlah pemakai narkoba di Indonesia mencapai 3,5 juta orang pada tahun 2017 lalu. Oleh karena itu, masyarakat perlu tahu apa yang harus dilakukan pertama kali ketika mengetahui ada orang yang mengalami sakau karena narkoba.Sebelum membahas mengenai tips melakukan pertolongan pertama pada penderita yang mengalami sakau, ada baiknya mengetahui ciri-ciri orang yang mengalami sakau.

Ciri-Ciri Orang Sakau

Ada beberapa tanda atau gejala yang dialami orang sakau karena sabu. Berikut ini beberapa di antaranya

Nafsu Makan Meningkat

Ada orang yang mengalami sakau dibarengi dengan meningkatnya nafsu makan.

Mudah Marah

Orang yang mengalami sakau akan terlihat mudah mengalami perubahan mood. Tak jarang moddnya menjadi negative, seperti mudah marah.

Sulit untuk Fokus

Orang yang sedang sakau mengalami kesulitan untuk fokus dan berkonsentrasi . Ini juga bisa dilihat dari cara bicara yang kadang juga sering tidak nyambung.

Paranoid

Tanda orang yang mengalami sakau juga bisa dilihat dari adanya gangguan mental berupa paranoid.

Halusinisasi

Orang yang sakau juga kerap mengalami halusinasi. Penderita menganggap dirinya melihat sesuatu, sedang orang normal lainnya tidak melihat hal tersebut

Mudah Gelisah

Orang yang mengalami sakau narkoba juga bisa dilihat dari perilaku yang mudah gelisah. Tampak sekali orang ini sulit untuk bisa tenang.

Tidur Lama

Orang yang mengalami sakau juga bisa dilihat dari durasi tidurnya yang begitu lama. Melebihi waktu tidur orang normal.

Bicara Gagap

Orang yang sakau juga bisa dikenali dari cara bicaranya yang kadang gagap. Ini bisa menjadi indikasi awal dirinya mengalami sakau.

Pernafasan Tidak Teratur

Gejala lainnya orang yang tengah sakau bisa dilihat dari pola pernafasan yang tidak teratur.

Kulit Pucat

Orang yang sedang sakau juga bisa dilihat dari kulit muka yang terlihat pucat. Anda bisa mengenalinya dengan melihat wajah orang yang sedang sakau ini.

Mual atau Muntah

Kerap kali orang yang sakau juga dibarengi dengan muntah. Ini menunjukkan ada masalah pada bagian perut orang tersebut yang penyebabnya bisa karena efek dari sabu atau narkoba

Kejang

Tidak menutup kemungkinan, orang yang sakau bisa sampai mengalami kejang. Ini kondisi yang tentu saja mengkhawatirkan. Karena itu perlu dilakukan penanganan yang cepat agar kondisi tersebut tidak sampai membahayakan nyawa.

Langkah-langkah Pertolongan Pertama untuk Orang Sakau Narkoba / Sabu-Sabu

Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan ketika ada orang yang mengalami sakau karena narkoba.

1. Siapkan air panas di dalam botol

Fungsi dari air panas ini untuk menghilangkan sakit perut pada pengguna. Caranya botol berisi air panas itu bisa diletakkan pada bagian perut pengguna sehingga kondisi orang ini akan merasa lebih baik.

2. Letakkan di ruangan yang tenang.

Ketika Anda mendapati teman, saudara atau teman sedang sakau, Anda harus cari tempat yang tenang dan kemudian tempatkan orang tersebut di dalam ruangan. Dengan ruangan yang tenang, kondisi kejiwaan penderita ini bisa menjadi lebih tenang.

3. Hubungi Dokter atau Tenaga Medis

Segera cari bantuan dari tenaga medis agar bisa melakukan penanganan terhadap orang yang sedang sakau ini. Dengan penanganan yang tepat, nantinya bernagsur-angsur orang yang sakau itu akan pulih.

4. Sediakan Media Hiburan

Misalnya televisi, majalah atau radio. Dengan media hiburan itu bisa menjadi sarana pengalih perhatian bagi penderita yang sedang sakau.

5. Hindari Memberi Obat

Sebaiknya kita tidak langsung memberikan obat-obatan untuk menghilangkan rasa sakit. Sebaiknya kita menunggu instruksi dari dokter mengenai obat yang tepat diberikan pkepada orang yang tengah sakau ini.

6. Temani

Jangan biarkan orang yang sakau sendirian. Pastikan ada selalu yang menemani untuk memastikan kondisinya dalam keadaan baik.

7. Coba Berkomunikasi

Coba untuk berbicara dengan pasien ini dengan cara yang tenang. Dengan begitu, kita bisa tahu seberapa jauh efek sakau yang dialami oleh pasien ini.Jika memungkinkan, coba tanya seberapa banyak narkoba yang dikonsumsi. Dengan begitu kita bisa mengidentifikasi apa jenis narkoba atau sabu yang digunakan oleh pasien dan nantinya hal ini bisa diberitahukan kepada tenaga medis.

8. Siapkan Ambulance

Dalam kondisi tertentu, biasanya penanganan lanjutan akan dilakukan di rumah sakit. Oleh karena itu, kita bisa mencoba mencari ambulance agar ketika dibutuhkan pasien ini bisa langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

9. Upayakan Pasien tetap tenang

Pada narkoba jenis tertentu bisa membuat orang menjadi sangat agresif. Karena itu, kita bisa coba untuk terus menenangkan pasien.

10. Lepas pakaian

Terkadang pada kasus sakau tertentu, orang tersebut akan merasa kegerahan. Untuk itu, kita bisa coba untuk melepaskan baju pasien agar kondisi tubuhnya bisa lebih dingin.

11. Pantau Terus Kondisi Pasien

Jika sampai misalnya orang yang sakau itu sampai pingsan, ini menunjukan kondisinya memburuk. Penting untuk selalu ada yang mengawasi kondisi pasien ini.

12. Percayakan pada Tenaga Media

Biarkan dokter atau tenaga medis yang membantu penanganan orang yang sedang sakau ini. Percayakan sepenuhnya pada ahlinya.

13. Hindari Mmeberi Minuman Bersodi

Hindari memberi minuman bersoda atau pun berkafein. Sebab dikhawatirkan dapat membuat kondisi pasien itu bertambah buuk.Itulah beberapa langkah yang perlu dilakukan jika mengetahui ada orang yang sedang sakau karena sabu atau narkoba. Pastikan untuk segera menghubungi tenaga medis agar kondisi pasien ini bisa cepat tertangani.


Senin, 22 April 2019

4 Langkah Cara Mengatasi Kecanduan Narkoba

Narkoba atau narkotika dan obat-obatan berbahaya menjadi salah satu zat yang bisa memberikan efek kecanduan pada pemakainya. Cara mengatasi kecanduan narkoba jadi semakin sulit bila pemakainya sudah menggunakan zat berbahaya tersebut dalam dosis yang tinggi dan setiap hari.Mulanya, sebagian besar pecandu hanya iseng saat memakai. Namun karena dampak yang diberikan bisa memberikan ketenangan serta halusinasi, penggunaannya menjadi sangat sulit dihentikan. Jika sudah tidak dapat terlepas dari barang tersebut, dosisnya semakin lama akan meningkat. Dan jika mencapai kecanduan tingkat akut, tidak hanya kehidupan sosial saja yang terganggu kesehatan pun akan semakin menurun serta bisa menyebabkan kematian.Karena itu, jika keluarga atau orang terdekat mengalami kecanduan narkoba, segera hentikan pemakaian dengan mencari pertolongan darurat. Jika masih tahap awal, kecanduan bisa mudah disembuhkan asalkan dibarengi niat si pemakai untuk berhenti.Ciri dari pemakai narkoba secara fisik dapat dikenali jika mengalami tanda-tanda seperti kesadaran berkurang, kesulitan bernafas, mengalami gangguan fisik dan psikologi, serta kejang-kejang karena overdosis. Makin cepat pertolongan diberikan, maka semakin mudah juga menyembuhkan kecanduan tersebut.Prosesnya pun tidak sebentar, karena tidak hanya kondisi fisik dan kesehatan saja yang dikembalikan seperti semula tetapi juga mental agar berhenti dan tidak menggunakan barang berbahaya tersebut lagi.Salah satu cara yang dilakukan untuk mengatasi kecanduan adalah dengan rehabilitasi. Pemakai bisa memanfaatkan layanan yang disediakan oleh BNN agar ketergantungan terhadap obat terlarang bisa segera ditangani.

4 Langkah Cara Mengatasi Kecanduan Narkoba

Pengguna narkoba yang sudah mengalami kecanduan, tidak akan mudah lepas dari jerat barang tersebut. Diperlukan sebuah langkah yang cepat, salah satunya dengan menghubungi BNN. Di lembaga resmi pemerintah ini, pendaftaran rehabilitasi bisa dilakukan secara online.Proses rehabilitasi nantinya akan dilakukan secara total agar pemakai tidak kembali memakai obat-obatan tersebut. Secara umum, ada 4 langkah yang dilakukan untuk mengatasi kecanduan narkoba dan di antaranya adalah:

Pemeriksaan

Pemeriksaan dilakukan tidak hanya oleh dokter tetapi juga terapis. Pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kecanduan yang dialami dan adakah efek samping yang muncul. Jika si pemakai mengalami depresi atau bahkan gangguan perilaku, maka terapis akan menyembuhkan efek tersebut baru melakukan rehabilitasi.

Detoksifikasi

Mengatasi kecanduan harus melalui beberapa tahapan dan salah satu yang cukup berat adalah detoksifikasi. Di sini pengguna harus 100% berhenti menggunakan obat-obatan berbahaya tersebut. Reaksi yang akan dirasakan cukup menyiksa mulai dari rasa mual hingga badan terasa sakit. Disamping itu pecandu akan merasa tertekan karena tidak ada asupan obat penenang yang dikonsumsi seperti biasa.Selama proses detoksifikasi, dokter akan meringankan efek yang tidak mengenakkan tersebut dengan memberikan obat. Di samping itu, pecandu juga harus memperbanyak minum air agar tidak terkena dehidrasi serta mengkonsumsi makanan bergizi untuk memulihkan kondisi tubuh. Lamanya proses ini sangat bergantung pada tingkat kecanduan yang dialami serta tekad yang dimiliki oleh si pemakai untuk sembuh.

Stabilisasi

Setelah proses detoksifikasi berhasil dilewati, selanjutnya dokter akan menerapkan langkah stabilisasi. Tahapan ini bertujuan untuk membantu pemulihan jangka panjang dengan memberikan resep dokter. Tidak hanya itu, pemikiran tentang rencana ke depan pun diarahkan agar kesehatan mental tetap terjaga dan tidak kembali terjerumus dalam bahaya obat-obatan terlarang.

Pengelolaan Aktivitas

Jika sudah keluar dari rehabilitasi, pecandu yang sudah sembuh akan kembali ke kehidupan normal. Diperlukan pendekatan dengan orang terdekat seperti keluarga dan teman agar mengawasi aktivitas mantan pemakai. Tanpa dukungan penuh dari orang sekitar, keberhasilan dalam mengatasi kecanduan obat terlarang tidak akan lancar.Banyak pemakai yang sudah sembuh lantas mencoba menggunakan kembali obat-obatan tersebut karena pergaulan yang salah. Karena itulah pengelolaan aktivitas sangat penting agar terhindar dari pengaruh negatif.

Atasi dengan Layanan Rehabilitasi BNN

Untuk mengatasi masalah kecanduan obat-obatan terlarang, Badan Narkotika Nasional atau lebih dikenal dengan BNN membuka layanan rehabilitasi yang dinamakan Balai Besar Rehabilitasi yang berlokasi di Bogor.Pecandu atau penyalahgunaan narkoba akan dipulihkan sepenuhnya baik dari segi fisik maupun mental. Diharapkan setelah keluar dari Balai Besar Rehabilitasi ini, mantan pecandu bisa hidup normal seperti sedia kala dan tidak menggunakan kembali obat-obatan terlarang.Untuk bisa menggunakan layanan ini, wali dari pecandu yang belum cukup umur atau pecandu yang sudah cukup umur bisa melapor atau mendaftar secara online dengan mengakses situs resmi http://rehabilitasilido.bnn.go.id atau bisa daftar rehabilitasi online. Selain itu pelaporan juga bisa diajukan ke institusi yang telah ditetapkan oleh menteri diantaranya seperti puskesmas, rumah sakit, dan lembaga rehabilitasi medis.Layanan yang disediakan oleh balai besar ini cukup menyeluruh, tidak hanya untuk penyembuhan fisik dan mental tetapi juga kerohanian. Beberapa di antaranya adalah:

Rehabilitasi Medis

Rehabilitasi secara medis meliputi detoksifikasi, pemeriksaan kesehatan, penanganan efek buruk dari penyalahgunaan narkoba, psiko terapi, rawat jalan, dan lain-lain.

Rehabilitasi Sosial

Aktivitas yang dilakukan pada tahapan rehabilitasi ini meliputi seminar, konseling individu, terapi kelompok, static group, dan sebagainya.

Kegiataan Kerohanian

Tahapan ini bertujuan untuk mempertebal mental pecandu agar semakin kuat mempertahankan niat untuk sembuh dari kecanduan.

Peningkatan Kemampuan

Kegiatan di lembaga rehabilitasi juga diisi oleh aktivitas positif salah satunya adalah mengasah skill yang dimiliki oleh pecandu agar rasa tak enak karena tidak mengkonsumsi obat-obatan teralihkan.Selain layanan-layanan yang disebutkan di atas, disediakan juga konseling untuk keluarga, terapi psikologi, hiburan, rekreasi, dan sebagainya. Semua layanan dan fasilitas yang diberikan oleh balai besar rehabilitasi BNN ini tidak dipungut biaya sama sekali kecuali penyediaan keperluan yang bersifat pribadi. Pendaftaran pun semakin dimudahkan via online atau datang ke instansi kesehatan terdekat.


Senin, 22 April 2019

Pertolongan Pertama untuk Orang Sakau Narkoba Jenis Shabu

Tahukah Anda bagaimana cara melakukan pertolongan pertama ketika orang mengalami sakau karena sabu-sabu atau narkoba? Tak banyak orang yang tahu bagaimana melakukannya. Padahal cara ini begitu penting diketahui.Sebab, pengguna sabu-sabu di Indonesia tergolong memprihatinkan. Berdasarkan data BNN, jumlah pemakai narkoba di Indonesia mencapai 3,5 juta orang pada tahun 2017 lalu. Oleh karena itu, masyarakat perlu tahu apa yang harus dilakukan pertama kali ketika mengetahui ada orang yang mengalami sakau karena narkoba.Sebelum membahas mengenai tips melakukan pertolongan pertama pada penderita yang mengalami sakau, ada baiknya mengetahui ciri-ciri orang yang mengalami sakau.

Ciri-Ciri Orang Sakau

Ada beberapa tanda atau gejala yang dialami orang sakau karena sabu. Berikut ini beberapa di antaranya

Nafsu Makan Meningkat

Ada orang yang mengalami sakau dibarengi dengan meningkatnya nafsu makan.

Mudah Marah

Orang yang mengalami sakau akan terlihat mudah mengalami perubahan mood. Tak jarang moddnya menjadi negative, seperti mudah marah.

Sulit untuk Fokus

Orang yang sedang sakau mengalami kesulitan untuk fokus dan berkonsentrasi . Ini juga bisa dilihat dari cara bicara yang kadang juga sering tidak nyambung.

Paranoid

Tanda orang yang mengalami sakau juga bisa dilihat dari adanya gangguan mental berupa paranoid.

Halusinisasi

Orang yang sakau juga kerap mengalami halusinasi. Penderita menganggap dirinya melihat sesuatu, sedang orang normal lainnya tidak melihat hal tersebut

Mudah Gelisah

Orang yang mengalami sakau narkoba juga bisa dilihat dari perilaku yang mudah gelisah. Tampak sekali orang ini sulit untuk bisa tenang.

Tidur Lama

Orang yang mengalami sakau juga bisa dilihat dari durasi tidurnya yang begitu lama. Melebihi waktu tidur orang normal.

Bicara Gagap

Orang yang sakau juga bisa dikenali dari cara bicaranya yang kadang gagap. Ini bisa menjadi indikasi awal dirinya mengalami sakau.

Pernafasan Tidak Teratur

Gejala lainnya orang yang tengah sakau bisa dilihat dari pola pernafasan yang tidak teratur.

Kulit Pucat

Orang yang sedang sakau juga bisa dilihat dari kulit muka yang terlihat pucat. Anda bisa mengenalinya dengan melihat wajah orang yang sedang sakau ini.

Mual atau Muntah

Kerap kali orang yang sakau juga dibarengi dengan muntah. Ini menunjukkan ada masalah pada bagian perut orang tersebut yang penyebabnya bisa karena efek dari sabu atau narkoba

Kejang

Tidak menutup kemungkinan, orang yang sakau bisa sampai mengalami kejang. Ini kondisi yang tentu saja mengkhawatirkan. Karena itu perlu dilakukan penanganan yang cepat agar kondisi tersebut tidak sampai membahayakan nyawa.

Langkah-langkah Pertolongan Pertama untuk Orang Sakau Narkoba / Sabu-Sabu

Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan ketika ada orang yang mengalami sakau karena narkoba.

1. Siapkan air panas di dalam botol

Fungsi dari air panas ini untuk menghilangkan sakit perut pada pengguna. Caranya botol berisi air panas itu bisa diletakkan pada bagian perut pengguna sehingga kondisi orang ini akan merasa lebih baik.

2. Letakkan di ruangan yang tenang.

Ketika Anda mendapati teman, saudara atau teman sedang sakau, Anda harus cari tempat yang tenang dan kemudian tempatkan orang tersebut di dalam ruangan. Dengan ruangan yang tenang, kondisi kejiwaan penderita ini bisa menjadi lebih tenang.

3. Hubungi Dokter atau Tenaga Medis

Segera cari bantuan dari tenaga medis agar bisa melakukan penanganan terhadap orang yang sedang sakau ini. Dengan penanganan yang tepat, nantinya bernagsur-angsur orang yang sakau itu akan pulih.

4. Sediakan Media Hiburan

Misalnya televisi, majalah atau radio. Dengan media hiburan itu bisa menjadi sarana pengalih perhatian bagi penderita yang sedang sakau.

5. Hindari Memberi Obat

Sebaiknya kita tidak langsung memberikan obat-obatan untuk menghilangkan rasa sakit. Sebaiknya kita menunggu instruksi dari dokter mengenai obat yang tepat diberikan pkepada orang yang tengah sakau ini.

6. Temani

Jangan biarkan orang yang sakau sendirian. Pastikan ada selalu yang menemani untuk memastikan kondisinya dalam keadaan baik.

7. Coba Berkomunikasi

Coba untuk berbicara dengan pasien ini dengan cara yang tenang. Dengan begitu, kita bisa tahu seberapa jauh efek sakau yang dialami oleh pasien ini.Jika memungkinkan, coba tanya seberapa banyak narkoba yang dikonsumsi. Dengan begitu kita bisa mengidentifikasi apa jenis narkoba atau sabu yang digunakan oleh pasien dan nantinya hal ini bisa diberitahukan kepada tenaga medis.

8. Siapkan Ambulance

Dalam kondisi tertentu, biasanya penanganan lanjutan akan dilakukan di rumah sakit. Oleh karena itu, kita bisa mencoba mencari ambulance agar ketika dibutuhkan pasien ini bisa langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

9. Upayakan Pasien tetap tenang

Pada narkoba jenis tertentu bisa membuat orang menjadi sangat agresif. Karena itu, kita bisa coba untuk terus menenangkan pasien.

10. Lepas pakaian

Terkadang pada kasus sakau tertentu, orang tersebut akan merasa kegerahan. Untuk itu, kita bisa coba untuk melepaskan baju pasien agar kondisi tubuhnya bisa lebih dingin.

11. Pantau Terus Kondisi Pasien

Jika sampai misalnya orang yang sakau itu sampai pingsan, ini menunjukan kondisinya memburuk. Penting untuk selalu ada yang mengawasi kondisi pasien ini.

12. Percayakan pada Tenaga Media

Biarkan dokter atau tenaga medis yang membantu penanganan orang yang sedang sakau ini. Percayakan sepenuhnya pada ahlinya.

13. Hindari Mmeberi Minuman Bersodi

Hindari memberi minuman bersoda atau pun berkafein. Sebab dikhawatirkan dapat membuat kondisi pasien itu bertambah buuk.Itulah beberapa langkah yang perlu dilakukan jika mengetahui ada orang yang sedang sakau karena sabu atau narkoba. Pastikan untuk segera menghubungi tenaga medis agar kondisi pasien ini bisa cepat tertangani.


Senin, 22 April 2019

4 Langkah Cara Mengatasi Kecanduan Narkoba

Narkoba atau narkotika dan obat-obatan berbahaya menjadi salah satu zat yang bisa memberikan efek kecanduan pada pemakainya. Cara mengatasi kecanduan narkoba jadi semakin sulit bila pemakainya sudah menggunakan zat berbahaya tersebut dalam dosis yang tinggi dan setiap hari.Mulanya, sebagian besar pecandu hanya iseng saat memakai. Namun karena dampak yang diberikan bisa memberikan ketenangan serta halusinasi, penggunaannya menjadi sangat sulit dihentikan. Jika sudah tidak dapat terlepas dari barang tersebut, dosisnya semakin lama akan meningkat. Dan jika mencapai kecanduan tingkat akut, tidak hanya kehidupan sosial saja yang terganggu kesehatan pun akan semakin menurun serta bisa menyebabkan kematian.Karena itu, jika keluarga atau orang terdekat mengalami kecanduan narkoba, segera hentikan pemakaian dengan mencari pertolongan darurat. Jika masih tahap awal, kecanduan bisa mudah disembuhkan asalkan dibarengi niat si pemakai untuk berhenti.Ciri dari pemakai narkoba secara fisik dapat dikenali jika mengalami tanda-tanda seperti kesadaran berkurang, kesulitan bernafas, mengalami gangguan fisik dan psikologi, serta kejang-kejang karena overdosis. Makin cepat pertolongan diberikan, maka semakin mudah juga menyembuhkan kecanduan tersebut.Prosesnya pun tidak sebentar, karena tidak hanya kondisi fisik dan kesehatan saja yang dikembalikan seperti semula tetapi juga mental agar berhenti dan tidak menggunakan barang berbahaya tersebut lagi.Salah satu cara yang dilakukan untuk mengatasi kecanduan adalah dengan rehabilitasi. Pemakai bisa memanfaatkan layanan yang disediakan oleh BNN agar ketergantungan terhadap obat terlarang bisa segera ditangani.

4 Langkah Cara Mengatasi Kecanduan Narkoba

Pengguna narkoba yang sudah mengalami kecanduan, tidak akan mudah lepas dari jerat barang tersebut. Diperlukan sebuah langkah yang cepat, salah satunya dengan menghubungi BNN. Di lembaga resmi pemerintah ini, pendaftaran rehabilitasi bisa dilakukan secara online.Proses rehabilitasi nantinya akan dilakukan secara total agar pemakai tidak kembali memakai obat-obatan tersebut. Secara umum, ada 4 langkah yang dilakukan untuk mengatasi kecanduan narkoba dan di antaranya adalah:

Pemeriksaan

Pemeriksaan dilakukan tidak hanya oleh dokter tetapi juga terapis. Pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kecanduan yang dialami dan adakah efek samping yang muncul. Jika si pemakai mengalami depresi atau bahkan gangguan perilaku, maka terapis akan menyembuhkan efek tersebut baru melakukan rehabilitasi.

Detoksifikasi

Mengatasi kecanduan harus melalui beberapa tahapan dan salah satu yang cukup berat adalah detoksifikasi. Di sini pengguna harus 100% berhenti menggunakan obat-obatan berbahaya tersebut. Reaksi yang akan dirasakan cukup menyiksa mulai dari rasa mual hingga badan terasa sakit. Disamping itu pecandu akan merasa tertekan karena tidak ada asupan obat penenang yang dikonsumsi seperti biasa.Selama proses detoksifikasi, dokter akan meringankan efek yang tidak mengenakkan tersebut dengan memberikan obat. Di samping itu, pecandu juga harus memperbanyak minum air agar tidak terkena dehidrasi serta mengkonsumsi makanan bergizi untuk memulihkan kondisi tubuh. Lamanya proses ini sangat bergantung pada tingkat kecanduan yang dialami serta tekad yang dimiliki oleh si pemakai untuk sembuh.

Stabilisasi

Setelah proses detoksifikasi berhasil dilewati, selanjutnya dokter akan menerapkan langkah stabilisasi. Tahapan ini bertujuan untuk membantu pemulihan jangka panjang dengan memberikan resep dokter. Tidak hanya itu, pemikiran tentang rencana ke depan pun diarahkan agar kesehatan mental tetap terjaga dan tidak kembali terjerumus dalam bahaya obat-obatan terlarang.

Pengelolaan Aktivitas

Jika sudah keluar dari rehabilitasi, pecandu yang sudah sembuh akan kembali ke kehidupan normal. Diperlukan pendekatan dengan orang terdekat seperti keluarga dan teman agar mengawasi aktivitas mantan pemakai. Tanpa dukungan penuh dari orang sekitar, keberhasilan dalam mengatasi kecanduan obat terlarang tidak akan lancar.Banyak pemakai yang sudah sembuh lantas mencoba menggunakan kembali obat-obatan tersebut karena pergaulan yang salah. Karena itulah pengelolaan aktivitas sangat penting agar terhindar dari pengaruh negatif.

Atasi dengan Layanan Rehabilitasi BNN

Untuk mengatasi masalah kecanduan obat-obatan terlarang, Badan Narkotika Nasional atau lebih dikenal dengan BNN membuka layanan rehabilitasi yang dinamakan Balai Besar Rehabilitasi yang berlokasi di Bogor.Pecandu atau penyalahgunaan narkoba akan dipulihkan sepenuhnya baik dari segi fisik maupun mental. Diharapkan setelah keluar dari Balai Besar Rehabilitasi ini, mantan pecandu bisa hidup normal seperti sedia kala dan tidak menggunakan kembali obat-obatan terlarang.Untuk bisa menggunakan layanan ini, wali dari pecandu yang belum cukup umur atau pecandu yang sudah cukup umur bisa melapor atau mendaftar secara online dengan mengakses situs resmi http://rehabilitasilido.bnn.go.id atau bisa daftar rehabilitasi online. Selain itu pelaporan juga bisa diajukan ke institusi yang telah ditetapkan oleh menteri diantaranya seperti puskesmas, rumah sakit, dan lembaga rehabilitasi medis.Layanan yang disediakan oleh balai besar ini cukup menyeluruh, tidak hanya untuk penyembuhan fisik dan mental tetapi juga kerohanian. Beberapa di antaranya adalah:

Rehabilitasi Medis

Rehabilitasi secara medis meliputi detoksifikasi, pemeriksaan kesehatan, penanganan efek buruk dari penyalahgunaan narkoba, psiko terapi, rawat jalan, dan lain-lain.

Rehabilitasi Sosial

Aktivitas yang dilakukan pada tahapan rehabilitasi ini meliputi seminar, konseling individu, terapi kelompok, static group, dan sebagainya.

Kegiataan Kerohanian

Tahapan ini bertujuan untuk mempertebal mental pecandu agar semakin kuat mempertahankan niat untuk sembuh dari kecanduan.

Peningkatan Kemampuan

Kegiatan di lembaga rehabilitasi juga diisi oleh aktivitas positif salah satunya adalah mengasah skill yang dimiliki oleh pecandu agar rasa tak enak karena tidak mengkonsumsi obat-obatan teralihkan.Selain layanan-layanan yang disebutkan di atas, disediakan juga konseling untuk keluarga, terapi psikologi, hiburan, rekreasi, dan sebagainya. Semua layanan dan fasilitas yang diberikan oleh balai besar rehabilitasi BNN ini tidak dipungut biaya sama sekali kecuali penyediaan keperluan yang bersifat pribadi. Pendaftaran pun semakin dimudahkan via online atau datang ke instansi kesehatan terdekat.


Senin, 22 April 2019

Pengertian Narkoba Dan Bahaya Narkoba Bagi Kesehatan

Saat ini bahaya dan dampak narkoba atau narkotika dan obat-obatan pada kehidupan dan kesehatan pecandu dan keluarganya semakin meresahkan.Bagai dua sisi mata uang narkoba menjadi zat yang bisa memberikan manfaat dan juga merusak kesehatan. Seperti yang sudah diketahui, ada beberapa jenis obat-obatan yang termasuk ke dalam jenis narkoba yang digunakan untuk proses penyembuhan karena efeknya yang bisa menenangkan. Namun jika dipakai dalam dosis yang berlebih, bisa menyebabkan kecanduan. Penyalahgunaan ini mulanya karena si pemakai merasakan efek yang menyenangkan.Dari sinilah muncul keinginan untuk terus menggunakan agar bisa mendapatkan ketenangan yang bersifat halusinasi. Meski dampak narkoba sudah diketahui oleh banyak orang, tetap saja tidak mengurangi jumlah pemakainya.Bahaya narkoba hingga menjadi kecanduan tersebut memang bisa disembuhkan, namun akan lebih baik jika berhenti menggunakannya sesegera mungkin atau tidak memakai sama sekali.

Pengertian Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan)

Narkotika adalah zat atau obat baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang.Sementara menurut UU Narkotika pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa narkotika merupakan zat buatan atau pun yang berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, serta menyebabkan kecanduan.Obat-obatan tersebut dapat menimbulkan kecanduan jika pemakaiannya berlebihan. Pemanfaatan dari zat-zat itu adalah sebagai obat penghilang nyeri serta memberikan ketenangan. Penyalahgunaannya bisa terkena sanksi hukum. Untuk mengetahui apa saja jenis dan bahaya narkoba bagi kesehatan, simak ulasannya berikut ini.

Jenis-jenis Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan)

Kandungan yang terdapat pada narkoba tersebut memang bisa memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan. Menurut UU tentang Narkotika, jenisnya dibagi menjadi menjadi 3 golongan berdasarkan pada risiko ketergantungan.

Narkotika Golongan 1

Narkotika golongan 1 seperti ganja, opium, dan tanaman koka sangat berbahaya jika dikonsumsi karena beresiko tinggi menimbulkan efek kecanduan.

Narkotika Golongan 2

Sementara narkotika golongan 2 bisa dimanfaatkan untuk pengobatan asalkan sesuai dengan resep dokter. Jenis dari golongan ini kurang lebih ada 85 jenis, beberapa diantaranya seperti Morfin, Alfaprodina, dan lain-lain. Golongan 2 juga berpotensi tinggi menimbulkan ketergantungan.

Narkotika Golongan 3

Dan yang terakhir, narkotika golongan 3 memiliki risiko ketergantungan yang cukup ringan dan banyak dimanfaatkan untuk pengobatan serta terapi.Seperti yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa jenis narkoba yang bisa didapatkan secara alami namun ada juga yang dibuat melalui proses kimia. Jika berdasarkan pada bahan pembuatnya, jenis-jenis narkotika tersebut di antaranya adalah:

Narkotika Jenis Sintetis

Jenis yang satu ini didapatkan dari proses pengolahan yang rumit. Golongan ini sering dimanfaatkan untuk keperluan pengobatan dan juga penelitian. Contoh dari narkotika yang bersifat sintetis seperti Amfetamin, Metadon, Deksamfetamin, dan sebagainya.

Narkotika Jenis Semi Sintetis

Pengolahan menggunakan bahan utama berupa narkotika alami yang kemudian diisolasi dengan cara diekstraksi atau memakai proses lainnya. Contohnya adalah Morfin, Heroin, Kodein, dan lain-lain.

Narkotika Jenis Alami

Ganja dan Koka menjadi contoh dari Narkotika yang bersifat alami dan langsung bisa digunakan melalui proses sederhana. Karena kandungannya yang masih kuat, zat tersebut tidak diperbolehkan untuk dijadikan obat. Bahaya narkoba ini sangat tinggi dan bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan. Salah satu akibat fatalnya adalah kematian.

Bahaya dan Dampak Narkoba pada Hidup dan Kesehatan

Peredaran dan dampak narkoba saat ini sudah sangat meresahkan. Mudahnya mendapat bahan berbahaya tersebut membuat penggunanya semakin meningkat. Tak kenal jenis kelamin dan usia, semua orang berisiko mengalami kecanduan jika sudah mencicipi zat berbahaya ini.Meski ada beberapa jenis yang diperbolehkan dipakai untuk keperluan pengobatan, namun tetap saja harus mendapatkan pengawasan ketat dari dokter. Ada banyak bahaya narkoba bagi hidup dan kesehatan, di antaranya adalah:

Dehidrasi

Penyalahgunaan zat tersebut bisa menyebabkan keseimbangan elektrolit berkurang. Akibatnya badan kekurangan cairan. Jika efek ini terus terjadi, tubuh akan kejang-kejang, muncul halusinasi, perilaku lebih agresif, dan rasa sesak pada bagian dada. Jangka panjang dari dampak dehidrasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada otak.

Halusinasi

Halusinasi menjadi salah satu efek yang sering dialami oleh pengguna narkoba seperti ganja. Tidak hanya itu saja, dalam dosis berlebih juga bisa menyebabkan muntah, mual, rasa takut yang berlebih, serta gangguan kecemasan. Apabila pemakaian berlangsung lama, bisa mengakibatkan dampak yang lebih buruk seperti gangguan mental, depresi, serta kecemasan terus-menerus.

Menurunnya Tingkat Kesadaran

Pemakai yang menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang berlebih, efeknya justru membuat tubuh terlalu rileks sehingga kesadaran berkurang drastis. Beberapa kasus si pemakai tidur terus dan tidak bangun-bangun. Hilangnya kesadaran tersebut membuat koordinasi tubuh terganggu, sering bingung, dan terjadi perubahan perilaku. Dampak narkoba yang cukup berisiko tinggi adalah hilangnya ingatan sehingga sulit mengenali lingkungan sekitar.

Kematian

Dampak narkoba yang paling buruk terjadi jika si pemakai menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang tinggi atau yang dikenal dengan overdosis. Pemakaian sabu-sabu, opium, dan kokain bisa menyebabkan tubuh kejang-kejang dan jika dibiarkan dapat menimbulkan kematian. Inilah akibat fatal yang harus dihadapi jika sampai kecanduan narkotika, nyawa menjadi taruhannya.

Gangguan Kualitas Hidup

Bahaya narkoba bukan hanya berdampak buruk bagi kondisi tubuh, penggunaan obat-obatan tersebut juga bisa mempengaruhi kualitas hidup misalnya susah berkonsentrasi saat bekerja, mengalami masalah keuangan, hingga harus berurusan dengan pihak kepolisian jika terbukti melanggar hukum.Pemakaian zat-zat narkotika hanya diperbolehkan untuk kepentingan medis sesuai dengan pengawasan dokter dan juga untuk keperluan penelitian. Selebihnya, obat-obatan tersebut tidak memberikan dampak positif bagi tubuh. Yang ada, kualitas hidup menjadi terganggu, relasi dengan keluarga kacau, kesehatan menurun, dan yang paling buruk adalah menyebabkan kematian. Karena itu, jangan coba-coba memakai barang berbahaya tersebut karena resikonya sangat tinggi bagi hidup dan kesehatan.


Kamis, 30 Januari 2020

Waspada Virus Import “Corona!”

Virus Corona saat ini menjadi trending pembicaraan di seluruh dunia. Diawal tahun 2020 ini, dunia digemparkan dengan menyebarnya virus baru yaitu coronavirus atau virus corona yang mematikan. Diketahui, asal mula virus ini berasal dari Wuhan, Cina. Ditemukan pada akhir Desember tahun 2019.Kondisi terkini, wirus yang memiliki nama resmi Novel 201 Coronavirus (2019-nCoV) ini dilaporkan telah menjangkit lebih dari 5.974 orang dan telah menewaskan lebih dari 132 orang (data kompas per 29 Januari 2020). Sampai saat ini sudah dipastikan terdapat 16 negara yang telah terjangkit virus mematikan satu ini. Selain Cina, 15 negara lainnya yang sudah dikonfirmasi terjangkit virus corona yaitu Kanada, Australia, Perancis, Jepang, Thailand, Malaysia, Nepal, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Vietnam, Jerman, Kamboja, Sri Lanka dan Amerika Serikat (data dari People’s Daily, China per 29 Januari 2020)Faktor penyebaran Virus Corona diyakini kuat terjadi karena adanya kontak secara langsung dengan orang yang baru saja berkunjung di Wuhan atau Cina. Hingga saat ini, berita seputar virus Corona masih menjadi perhatian utama semua negara untuk waspada dan tetap siaga menghadapi virus corona yang belum ditemukan vaksinnya.1. Virus Corona Memiliki Kesamaan dengan SARS dan MERSVirus corona dikatakan masih satu keluarga dengan SARS dan MERS yang juga merupakan virus mematikan dan pernah menggegerkan dunia pada tahun 2002 dan 2012. Sama seperti corona, SARS juga pertama kali ditemukan di Cina, tepatnya di Guangdong. Sedangkan viurs MERS pertama kali diindentifikasi di Jeddah, Arab Saudi.SARS dan MERS sama-sama telah menyebar ke puluhan negara, menjangkit ribuan orang dan menewaskan ratusan orang. Kesamaan dari ketiga virus ini sama-sama berhasil menyebar melalui hewan. Untuk kasus SARS dan corona, keduanya berasal dari kelelawar sedangkan MERS melalui daging unta dan susunya. Tidak hanya itu, ketiganya juga sama-sama memiliki gejala yang hampir sama yaitu gangguan pernapasan seperti batuk dan sesak napas.2. Virus Corona Telah BerevolusiSejak pertama kali diidentifikasi pada bulan Desember 2019, Menteri Komisi Kesehatan Nasional China, Max Xiaowei mengatakan virus corona telah berevolusi sehingga penyebarannya menjadi lebih cepat. Bisa berkembang hingga berevolusi dengan cepat, ditakutnya kasus terjangkit virus ini akan semakin cepat dan semakin luas.3. Belum Ada Vaksin yang Bisa Menjinakkan Virus CoronaDilansir dari WHO (World Health Organization), sampai sekarang baik pihak Cina atau negara-negara lain yang sudah dikonfirmasi terjangkit virus ini belum menemukan vaksin untun menyembuhkan atau memusnahkan virus mematikan corona.Untuk saat ini, penanganan yang bisa diberikan oleh pihak medis terhadap korban-korban yang terjangkit penyakit ini adalah penanganan medis penerapan sistem isolasi terhadap kepada korban yang terjangkit.4. Virus Corona Pertama Kali Ditularkan dari Hewan LiarVirus corona dipercaya pertama kali muncul di akhir tahun lalu di sebuah pasar makanan di Wuhay yang ditelah dikatakan secara ilegal menjual satwa liar. Diduga virus ini bisa menular ke manusia berasal dari ular dan kelelawar. Kedua jenis binatang ini biasa dijual di Pasar Makanan Laut Huanan untuk dikonsumsi.5. Cina Mengeluarkan Uang Hingga Rp199 Triliun karena CoronavirusPemerintah Cina mengatakan telah melakukan alokasi dana sebesar US$8,74 miliar atau sekitar Rp199 triliun untuk memerangi penyebaran virus corona. Komisi Reformasi dan Pembangungan Nasional Cina mengatakan telah menggelotorkan dana hingga mencapai 300 juta yuan atau sekitar Rp589 miliar untuk pembangunan rumah sakit dadakan untuk merawat korban terjangkit virus ini.6. Perusahaan Smartphone Asal Cina Ciptakan Aplikasi Pendeteksi CoronavirusPerusahaan smartphone asal Cina, Xiaomi menciptakan aplikasi pendekteksi virus corona, bernama Xiaomi xiaoAi Shorcut dengan nama fitur ‘Real-Time Pneumonia Epidemic’. Fitur ini memungkinkan pengguna melihat informasi terbaru mengenai informasi epidemi corona virus.Jika Anda salah satu pengguna produk smartphone Xiaomi bisa mencoba mendownload dan menggunakan fitur ini untuk melindungi diri. Terutama ketika Anda sedang berpergian keluar negeri dan ke lokasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan internasional.7. Pasien Virus Corona di China Sembuh Tanpa VaksinKabar baik, pasien pertama yang sembuh dari virus corona adalah pria berusia 23 tahun yang merupakan seorang pekerja di stasiun kereta Hankou tapi menetap di Wuhan. Selain itu ada juga wanita lansia usia 87 juga dinyatakan telah sembuh dari virus corona. Sampai saat ini telah dikonfirmasikan sudah ada 51 pasien yang dinyatakan sembuh dari virus corona (kompas, 29 Januari 2020).

Gejala Virus Corona

Infeksi virus Corona bisa menyebabkan penderitanya mengalami
gejala flu, seperti hidung berair dan meler, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, dan demam, atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu: Menurut penelitian, gejala infeksi virus Corona muncul dalam 2 hari sampai 2 minggu setelah paparan virus Corona.

Kapan harus ke dokter?

Segera ke dokter bila Anda mengalami atau menemukan gejala virus Corona pada orang lain seperti yang disebutkan di atas, terutama jika gejala muncul 2 minggu setelah kembali dari Cina atau negara lain yang positif terinfeksi. Orang yang dicurigai terinfeksi virus Corona harus segera dirujuk ke IGD rumah sakit terdekat agar mendapat penanganan yang tepat.

Penyebab Virus Corona

Infeksi virus Corona disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti MERS, SARS, dan pneumonia.Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa coronavirus juga menular dari manusia ke manusia.Seseorang dapat terinfeksi coronavirus melalui berbagai cara, yaitu:
  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita virus Corona.
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu, setelah menyentuh benda yang terkena air liur penderita.
  • Kontak jarak dekat dengan penderita, seperti bersentuhan atau berjabat tangan.
Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi lebih berisiko menyerang orang tua, serta orang yang sedang sakit atau memiliki kekebalan tubuh lemah.

Diagnosis Virus Corona

Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien. Dokter juga akan bertanya apakah pasien bepergian ke wilayah endemik virus Corona sebelum gejala muncul.Guna memastikan diagnosis virus Corona, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan berikut:

Pengobatan Virus Corona

Infeksi virus Corona belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya, yaitu:
  • Memberikan obat pereda demam dan nyeri. Namun, dokter tidak akan memberikan aspirin pada penderita infeksi virus Corona yang masih anak-anak.
  • Menganjurkan penderita untuk mandi air hangat dan menggunakan humidifier (pelembab udara), untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan.
  • Menganjurkan penderita untuk istirahat yang cukup dan jangan keluar rumah untuk mencegah penyebaran virus.
  • Menganjurkan dan mengharuskan penderita untuk minum banyak air putih guna menjaga kadar cairan tubuh.

Komplikasi Virus Corona

Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius berikut ini:

Pencegahan Virus Corona

Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah virus Corona. Oleh sebab itu, cara pencegahan virus corona yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:
  • Hindari bepergian ke Cina atau ke negara lain yang telah ditemukan adanya penularan virus Corona.
  • Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama bila Anda beraktivitas di tempat umum.
  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol setelah beraktivitas di luar ruangan.
  • Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
  • Pastikan Anda memasak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  • Hindari berdekatan dengan seseorang yang sedang sakit.
  • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.
Untuk seseorang yang diduga terinfeksi virus Corona, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus tidak menular ke orang lain, yaitu:
  • Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
  • Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
  • Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
  • Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
  • Hindari berbagi alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
  • Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
  • Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu buang tisu ke tempat sampah.


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP SUMATERA SELATAN

0

Total Kasus Narkoba

0

Total Tersangka Kasus Narkoba

722

Total Pasien Penyalahgunaan

0

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

143,858

Jumlah Sebaran Informasi